Kamis, 07 Mei 2015

MERUME : TATA CARA SHALAT NABI SAW

Untuk terhindar dari bid’ah (penyimpangan) maka akan dijelaskan tentang bagaimana tata cara shalat Nabi Muhammad saw, yaitu:
1.                       Niat di dalam hati secara ikhlas karena  Allah semata  ( QS.  Al Bayyinah/98: 5 ). Niat adalah perbuatan hati, bukan perbuatan mulut sehingga tidak perlu diucapkan. Apalagi tidak ada satupun hadist, baik yang dhaif ( lemah ) apalagi yang sahih yang menjelaskan tentang adanya tuntunan melafalkan niat ketika hendak memulai shalat. Niat secara bahasa berarti menyengaja, sehingga siapapun yang menyengaja suatu perbuatan maka sebenarnya ia telah mempunyai maksud didalam hatinya. Dengan demikian, niat tidak perlu diucapkan, karena Allah Yang Maha Mengetahui sangat tahu terhadap apa yang sebenarnya dibisikkan di dalam jiwa makhluk-Nya (QS. Qaf / 50: 16).

Kamis, 23 April 2015


                                                                        
Manusia dan Pendidikan dalam Pandangan Islam

A    Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk social yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu 
        manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan  manusia yang lain. Pendapat  seorang  Antropo                                                                                                                                                                                                                                                                     
       logi Indonesia yaitu Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup  
       manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istadat tertentu yang bersifat terus men
       nerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh
       Koentjaraningrat menegaskan bahwa didalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang
        berinteaksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sesstem norma yang di anut
   B     Pengenrtian manusia secara umum
a.       Menurut ilmu sains manusia adalah makhluk utama dalam dunia al ami, mempunyai esensi uniknya sendiri dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yang bersifat istimewa dan mulia.
b.      Menurut ilmu Sosialogi adalah bagian dari masyarakat yang dibedakan menjadi dua yaitu manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social yang melakukan interaksi dalam kehidupannya.
c.       Menurut ilmu biologi secara biologis, manusia diklasifikasikansebagai homo sapiens(bahasa latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi

Rabu, 22 April 2015

Manusia sebagai Subjek dan objek  Pendidikan
       Sebagai subjek yang mempunyai potensi-potensi lahir batin, manusia melakukan prakarsa,  rasa dan karsa, bahkan juga karya dan prestasi karena dorongan –dorongan yang amat kompleks,
Dorongan-dorongan tersebut dapat terjadi karena factor-faktor objektif (kebutuhan), dapat pula karena factor-faktor subjektif(cinta pengabdian). Manusia adalah subjek sekaligus juga sebagai objek pendidikan. Manusia dewasa yang berkebudayaan adalah subjek pendidikan dalam arti yang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan.
Mereka berkewajiban secara moral atas perkembangan pribadi anak-anak mereka, generasi penerus mereka. Manusia dewasa yang berkebudayaan terutama yang berprofesi keguruan(pendidikan)bertanggung jawab formal untuk melaksanakan misi pendidikan sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai yang dikehendaki masyarakat.

Proses pendidikan yang berlangsung secara pluralitas (subjek dengan lingkungan alamiah, social dan cultural) amat ditentukan oleh aspek manusianya. Sebab kedudukan manusia sebagai subjek didalammasyarakat, bahkandalam alam semesta, memberikan konsekuensi tanggung jawab yang besar bagi manusia. Jadi manusia sebagai makhluk individu berperan aktif bahkan wajib dalam menyelenggarakan. Pendidikan baik secara formal atau non formal.

Senin, 20 April 2015

Sejarah Islam di Indonesia.
Agama islam pertama masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan, pendidikan, dll. Tokoh penyebar islam adalah walisongo antara lain; Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Drajat, Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

HASIL INSEMINASI DAN BAYI TABUNG
A. LATAR BELAKANG
Salah satu tujuan dari perkawinan adalah untuk memperoleh anak dan keturunan yang sah dan bersih nasabnya, yang dihasilkan dengan cara wajar dari pasangan suami istri.  Karena anak adalah rahasia orang tua dan pemegang keistimewaannya. Waktu orang tua  masih hidup, anak sebagai penenang, dan sewaktu ia pulang ke rahmatullah,anak sebagai pelanjut dan lambang keabadian.
Anak mewarisi tanda-tanda kesamaan orang tua, termasuk juga ciri-ciri khas,baik maupun buruk, tinggi maupun rendah. Dia adalah belahan jantungnya dan potongan dari hatinya.Justru itu Allah mengharamkan zina dan mewajibkan kawin, demi melindungi nasab, sehingga air tidak tercampur, anak bisa dikenal siapa ayahnya dan ayah pun dapat dikenal siapa anaknya.
Dengan perkawinan, seorang isteri menjadi hak milik khusus suami dan diadilarang berkhianat kepada suami, atau menyiram tanamannya dengan air oranglain. Oleh karena itu setiap anak yang dilahirkan dari tempat tidur suami,mutlak menjadi anak suami itu, tanpa memerlukan pengakuan atau pengumuman dari seorang ayah; atau pengakuan dari seorang ibu, sebab setiap anak adalahmilik yang seranjang. Begitulah menurut apa yang dikatakan oleh Rasulullah 
BAB I
PENDAHULUAN

Al-qur’an adalah mukjizat Islam yang abadi dimana semakin maju ilmu pengetahuan, semakin tampak validitas kemukjizatannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW, demi membebaskan manusia dari berbagai kegelapan hidup menuju cahaya Illahi, dan membimbing mereka ke jalan yang lurus. Rasulullah SAW menyampaikannya kepada para sahabatnya sebagai penduduk asli Arab yang sudah tentu dapat memahami tabiat mereka. Jika terdapat sesuatu yang kurang jelas bagi mereka tentang ayat-ayat yang mereka terima, mereka langsung menanyakannya kepada Rasulullah.
Metode penyampaian ilmu pengetahuan pada waktu itu, termasuk ilmu-ilmu Al-Qur’an, di zaman awal-awal Islam bahkan hingga masa-masa tabi’ al-tabi’in yang berlangsung sejak abad pertama hingga abad kedua atau abad ketiga hijrah, lebih banyak mengandalkan metode sima’iy (pendengaran) dan musyafahah (penyampaian dari mulut ke mulut)